KALTIMHYPE.COM - Pemilu 2024 telah selesai, dan pada 1 Oktober 2024, sebanyak 580 anggota DPR RI periode 2024–2029 resmi dilantik dalam sidang paripurna di Gedung Nusantara, Jakarta.
Di antara mereka, terdapat sejumlah wajah baru yang kini duduk di kursi legislatif, mewakili berbagai partai politik dengan membawa aspirasi dan program kerja masing-masing.
Beberapa di antaranya merupakan keturunan tokoh politik ternama yang telah lama berkiprah di dunia politik nasional.
Saat ini, mereka menempati posisi strategis di berbagai komisi penting DPR RI, yang berperan dalam menentukan arah kebijakan nasional dan pengambilan keputusan legislatif.
1. Prananda Surya Paloh (Partai NasDem)
Prananda Surya Paloh merupakan putra dari tokoh media dan politik nasional, Surya Paloh, pendiri sekaligus Ketua Umum Partai NasDem.
Politikus muda ini kembali berhasil melenggang ke Senayan untuk periode 2024–2029, menandai masa jabatannya yang sudah memasuki periode ketiga di DPR RI.
Saat ini menjabat sebagai anggota Komisi I DPR RI periode 2024–2029.
Komisi I bertanggung jawab atas bidang pertahanan, intelijen, luar negeri, serta komunikasi dan informatika.
Sebelumnya, ia juga menjabat di komisi yang sama pada periode sebelumnya, yaitu 2014–2019 dan 2019–2024.
Dalam Pemilu 2024-2029, Prananda berhasil mempertahankan kursinya melalui Dapil Sumatera Utara I dengan perolehan suara sejumlah 103.019 suara.
2. Putri Zulkifli Hasan (Partai Amanat Nasional)
Putri Zulkifli Hasan adalah salah satu wajah baru di DPR RI periode 2024–2029.
Ia merupakan anak dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan.
Putri berhasil terpilih dari Dapil Lampung I dengan perolehan sekitar 127.600 suara, angka yang terbilang tinggi untuk pendatang baru.
Di parlemen, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XII, yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan investasi.
Dalam kapasitas ini, ia aktif mendorong pengembangan energi alternatif dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Meski baru pertama kali duduk di kursi legislatif, Putri membawa gaya kepemimpinan muda yang menonjolkan isu pemberdayaan perempuan dan pembangunan berkelanjutan.
3. Pinka Haprani (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
Diah Pikatan Orissa Putri Haprani, yang lebih dikenal sebagai Pinka Haprani, merupakan putri dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, sekaligus cucu dari Megawati Soekarnoputri.
Ia menjadi salah satu anggota termuda di DPR periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan. Pinka berhasil meraih lebih dari 101 ribu suara dari Dapil Jawa Tengah IV, menandai debut politik yang kuat di usia muda.
Pinka Haprani menjabat sebagai anggota Komisi XI DPR RI, yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, dan sektor jasa keuangan.
Komisi ini memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan fiskal dan pengelolaan anggaran negara.
4. Edhie Baskoro Yudhoyono (Partai Demokrat)
Edhie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas, adalah putra bungsu Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia merupakan anggota Partai Demokrat dan memasuki periode keempatnya di DPR RI sejak pertama kali terpilih pada Pemilu 2009.
Selama kariernya, Ibas pernah menempati beberapa komisi penting, termasuk Komisi I, Komisi X, dan Komisi VI yang membidangi industri dan BUMN.
Pada periode 2024–2029, ia menjabat sebagai anggota Komisi XII DPR RI, yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, dan sektor jasa keuangan.
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI dan Wakil Ketua MPR RI.
Dalam Pemilu 2024, Ibas memperoleh sekitar 318 ribu suara di Dapil Jawa Timur VII, menjadikannya caleg dengan dukungan publik tertinggi di dapil tersebut.
Fokus kerjanya mencakup penguatan sektor keuangan, pengawasan pembangunan nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Kesimpulan
Keempat nama tersebut menunjukkan bagaimana regenerasi politik di Indonesia kini turut diwarnai oleh kehadiran generasi penerus dari keluarga besar politisi nasional.
Dengan latar belakang dan posisi strategis di berbagai komisi DPR RI, mereka diharapkan mampu membawa perspektif baru sekaligus melanjutkan pengabdian politik keluarga mereka dalam membentuk kebijakan publik. (daf)
