KALTIMHYPE.COM - Isu pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo semakin santer terdengar.
Dua nama jenderal bintang tiga muncul ke permukaan sebagai kandidat kuat untuk menduduki jabatan tertinggi di Korps Bhayangkara.
Mereka adalah Komjen Dedi Prasetyo, lulusan Akpol 1990, dan Komjen Suyudi Ario Seto, lulusan Akpol 1994.
Kabar ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut telah menyiapkan surat presiden (surpres) untuk diajukan ke DPR RI terkait calon pengganti Kapolri.
Meski hingga kini Komisi III DPR menegaskan belum menerima surat resmi, spekulasi publik terus berkembang mengenai siapa yang bakal dipilih.
Komjen Dedi Prasetyo, Jenderal Profesor dari Akpol 1990
Komjen Dedi Prasetyo lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 26 Juli 1968.
Ia meniti karier dari bawah setelah lulus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990.
Nama Dedi makin dikenal publik ketika dipercaya menjadi Kepala Divisi Humas Polri pada masa-masa krusial penanganan berbagai isu nasional.
Kariernya terus menanjak, hingga menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Tengah, Asisten SDM Kapolri, dan terakhir dipercaya sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum).
Pada awal Agustus 2025, ia resmi dilantik menjadi Wakil Kepala Polri (Wakapolri).
Selain pengalaman operasional dan manajerial, Dedi juga dikenal sebagai “Jenderal Profesor”.
Ia aktif menulis buku dan terlibat dalam dunia akademik, menjadikannya salah satu perwira tinggi Polri yang unik karena menggabungkan pendekatan akademis dan praktis.
Komjen Suyudi Ario Seto, Ahli Reserse dari Akpol 1994
Sementara itu, Komjen Suyudi Ario Seto lahir pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akpol 1994.
Ini berarti, ia adalah satu angkatan dengan Ferdy Sambo, eks Kadiv Propam Polri tersangkut kasus pembunuhan, yang juga lulus Akpol pada 1994.
Kariernya sebagian besar dihabiskan di bidang reserse, menjadikannya sosok yang berpengalaman menangani kasus-kasus besar.
Suyudi pernah memimpin sejumlah polres strategis, termasuk Kapolres Bogor dan Metro Jakarta Pusat, hingga kemudian menjabat Wakapolda Metro Jaya.
Ia juga sempat dipercaya sebagai Kapolda Banten. Pada 25 Agustus 2025 lalu, ia dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kiprahnya sebagai jenderal yang tegas dan dekat dengan lapangan membuat namanya ikut diperhitungkan sebagai calon Kapolri.
Publik Menanti Keputusan
Meski nama Dedi dan Suyudi disebut-sebut dalam berbagai pemberitaan, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.
Senioritas, rekam jejak, serta kedekatan dengan berbagai elemen pemerintahan diyakini akan menjadi pertimbangan penting.
Publik kini menunggu, apakah tongkat komando Kapolri akan berpindah ke tangan Komjen Dedi Prasetyo, sang “Jenderal Profesor” dari Akpol 1990, atau Komjen Suyudi Ario Seto, perwira reserse handal lulusan Akpol 1994. (tam)
