KALTIMHYPE.COM - Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyoroti pentingnya sanitasi yang memadai di kawasan permukiman padat penduduk.
Isu ini muncul seiring dengan semakin banyaknya jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan atau padat penduduk di Indonesia.
Menurut prediksi Bank Dunia, pada 2025, sekitar 67,5 persen populasi Indonesia diperkirakan akan tinggal di kota-kota besar.
Fenomena urbanisasi yang pesat membawa tantangan besar, salah satunya adalah kebutuhan akan pengelolaan sanitasi yang lebih baik.
Untuk itu, Andi Satya Adi Saputra mengingatkan pentingnya perhatian terhadap fasilitas sanitasi yang memadai di daerah tersebut.
"Sering kali, warga kurang menyadari bahaya serius akibat fasilitas sanitasi yang buruk," katanya dalam sebuah pernyataan, Minggu (24/11/2024).
Fasilitas sanitasi yang layak adalah sarana yang memenuhi standar kesehatan dan digunakan oleh rumah tangga untuk keperluan buang air besar.
Rumah tangga dapat dikategorikan memiliki akses sanitasi layak apabila terdapat kloset dengan leher angsa dan sistem pembuangan akhir limbah tinja yang mengalir ke tangki septic (septic tank).
Meski sering diabaikan, sanitasi yang buruk masih dapat ditemukan di beberapa daerah padat penduduk di Kalimantan Timur.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi Andi Satya Adi Saputra.
"Dengan sanitasi yang buruk, berbagai penyakit dapat muncul dan mengancam kesehatan masyarakat," tegasnya.
Dia pun menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan sanitasi yang baik di kawasan perkotaan khususnya.
Dengan upaya bersama, wabah penyakit dapat diminimalkan. (adv)
