KALTIMHYPE.COM - Indonesia Fact Checking Summit (IFCS) 2024 kembali digelar pada Kamis (07/11/2024) di Lumire Hotel Jakarta.

Indonesia Fact Cheking Summit (IFCS) adalah sebuah inisiatif dalam upaya melawan penyebaran hoaks dan informasi yang salah di Indonesia, terutama menjelang peristiwa besar seperti pemilu.

Acara Indonesia Fact Cheking Summit (IFCS) juga merupakan persembahan dari koalisi cek fakta, sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Kolaborasi ini mendapat dukungan dari Google News Initiative.

Dukungan oleh Google News Initiative menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga integritas informasi di ruang publik.

Ada berbagai acara yang dilakukan pada IFCS 2024 ini, salah satunya Talkshow 1 yang mengusung tema “Strategi Menjaga Demokrasi dalam Rangka Mengatasi Gangguan Informasi Menjelang Pilkada di Ruang Digital”.

Di era digitalisasi saat ini penyebaran infomasi sangatlah cepat memalui berbagai media baik secara digital (melalui gambar, suara, dan tulisan digital) maupun fisik (melalui gambar atau tulisan).

Kemudahan akses informasi saat ini berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks dan disinformasi dalam skala besar.

Pertumbuhan pesat media sosial telah menjadi lahan subur bagi penyebaran hoaks, seperti yang ditunjukkan oleh data terbaru dari Mafindo bahwa semester pertama 2024 terdapat lebih dari dua ribu hoaks yang hampir menyentuh total temuan hoaks sepanjang tahun 2023.

Dari jumlah tersebut 30% diantaranya terkait dengan Pemilu.

Hal ini menandakan bahwa hoaks menjadi alat yang efektif untuk mempengaruhi opini publik selama momen politik penting saat ini.

Pada kesempatan Talkshow 1, Yos Kusuma selaku Google News Partnership menanggapi persoalan dalam persiapan mengantisipasi disinformasi yang bersifat sangat lokal seperti ujaran kebencian menjelang pilkada serentak 2024 di platform digital.

“Untuk persiapan spesifik tentunya peristiwa besar seperti pemilu, seperti pilkada kalau di google itu melibatkan banyak pihak, banyak tim, mulai dari tim Trust and Safety, ada tim Public Policy, juga Government agent, jadi kita semua selalu bekerjasama untuk menyempurnakan apa yang kita punya, yang dipunya google apasih? Produk. Jadi produk-produk google seperti search, discover, google news dan lain-lain sebagainya itu kita sama-sama mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya untuk terus menyempurnakan sistem yang ada di masing-masing produk itu”, ujarnya.

Lebih lanjut Yos menjelaskan bahwa pihak Google serta para elemen pemangku kepentingan harus melakukan persiapan lebih besar menjelang pilkada serentak 2024 dibandingkan menjelang pemilu terkahir.

“Jadi kita tentunya terus berusaha disitu untuk menyempurnakan, its not a perfect system, tapi dengan kerjasama internal kami, lintas tim, dan juga kolaborasi bersama para pemangku kepentingan termasuk Kominfo, KPU, Bawaslu dan teman-teman kolesi cek fakta, harapanya kita lebih siap lagi saat ini dibandingkan mungkin sebelum pemilu yang terkahir kemarin yang bulan Februari”, tambahnya.

Indonesia Fact Checking Summit 2024 menjadi peran penting dalam memperkuat sinergi dari berbagai pihak untuk melawan hoaks.

Melalui forum ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat, sehingga masyarakat dapat mengambil Keputusan yang lebih cerdas menjelang Pilkada 2024. (ard)