KALTIMHYPE.COM - Program Desa Presisi yang bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPPMD) Kalimantan Timur diharapkan dapat memanfaatkan pemetaan digital untuk mengembangkan potensi desa.

Program ini bertujuan untuk mendorong kebijakan dan pembangunan ekonomi di tingkat desa dengan memetakan beberapa sektor desa, termasuk sumber daya alam dan manusia.

Pendekatan Desa Presisi dengan Desa Digital akan diselenggarakan dengan menggunakan teknologi digital sehingga menghasilkan data presisi yang dapat diolah dan digunakan untuk berbagai keperluan, demikian disampaikan Puguh Harjanto, Ketua DPMPD Kaltim, pada Selasa (25/10/2024).

“Desa presisi ini memetakan faktor yang ada di lapangan ke dalam satu data. Ini bisa menjadi bahan untuk layanan publik, pengembangan ekonomi, serta kebijakan ke depan,” ujarnya.

Puguh mengakui, meski potensi program Desa Presisi sangat besar, masih terdapat sejumlah tantangan, khususnya terkait konektivitas internet masyarakat.

Hingga saat ini, 52 desa masih mengalami kendala jaringan, sementara 45 desa kekurangan koneksi internet.

Implementasi program berbasis digital di pedesaan terhambat oleh kondisi ini.