Pada tahap pra-inkubasi, peserta juga diberikan pengetahuan tentang legalitas usaha, pembentukan tim yang solid, dan strategi pengembangan produk berbasis riset.
“Tim yang solid adalah kunci kesuksesan startup, karena banyak yang gagal karena kurangnya kekompakan,” tambah Ferry.
Selama tahap inkubasi, program ini akan fokus pada validasi produk, sertifikasi, dan produksi skala komersial, serta mempertemukan peserta dengan mitra dan investor melalui acara temu bisnis untuk mempercepat pengembangan usaha berbasis riset.
Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, mengungkapkan bahwa acara ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dan masyarakat desa guna memajukan teknologi dan pembangunan di Kaltim.
Puguh berharap, dengan adanya sosialisasi ini, teknologi tepat guna dapat diterapkan secara efektif untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup di desa, serta membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing dan inovasi di Kaltim.
“Sosialisasi ini diharapkan membuka peluang baru bagi pelaku usaha di Kaltim untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan daya saing dan menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat,” ucapnya. (adv)
