KALTIMHYPE.COM - Untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha berbasis riset, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan sosialisasi mengenai Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna di Balikpapan.

Sosialisasi ini dihadiri oleh pelaku UMKM, pemerintah daerah, serta lembaga riset, dan bertujuan untuk memperkenalkan teknologi yang dapat mendukung kemajuan ekonomi di Kaltim.

Ferry Rahmadhan, Koordinator Fungsi Inkubasi BRIN, menyampaikan bahwa pengembangan usaha berbasis riset melalui Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) menjadi prioritas dalam pembinaan ekonomi berbasis inovasi.

PPBR adalah startup yang mengembangkan produk atau jasa berdasarkan hasil riset, sesuai dengan visi pemerintah untuk menciptakan perusahaan yang mandiri dan berkelanjutan,” jelas Ferry dalam acara tersebut.

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa BRIN mendukung pengembangan PPBR melalui program RIIM Startup, yang menyediakan pendanaan hingga Rp600 juta untuk dua tahun.

Program ini juga memberikan pembinaan, termasuk mentoring, coaching, dan pelatihan kewirausahaan berbasis riset, guna membantu peserta membangun bisnis yang lebih kokoh.

Peserta dibimbing untuk menyusun model bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC), menyusun rencana aksi, dan mempersiapkan proposal untuk menarik mitra atau investor.

Pada tahap pra-inkubasi, peserta juga diberikan pengetahuan tentang legalitas usaha, pembentukan tim yang solid, dan strategi pengembangan produk berbasis riset.

“Tim yang solid adalah kunci kesuksesan startup, karena banyak yang gagal karena kurangnya kekompakan,” tambah Ferry.

Selama tahap inkubasi, program ini akan fokus pada validasi produk, sertifikasi, dan produksi skala komersial, serta mempertemukan peserta dengan mitra dan investor melalui acara temu bisnis untuk mempercepat pengembangan usaha berbasis riset.

Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, mengungkapkan bahwa acara ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dan masyarakat desa guna memajukan teknologi dan pembangunan di Kaltim.

Puguh berharap, dengan adanya sosialisasi ini, teknologi tepat guna dapat diterapkan secara efektif untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup di desa, serta membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing dan inovasi di Kaltim.

“Sosialisasi ini diharapkan membuka peluang baru bagi pelaku usaha di Kaltim untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan daya saing dan menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat,” ucapnya. (adv)