Namun, segalanya berubah ketika seorang mutual-nya, Pax Jalawira, mulai mengunggah konten bertema larping (live action role-playing) yang menggambarkan krisis konstitusional.

Gambar Garuda Biru pun digunakan dalam percakapan tersebut, dan tidak disangka-sangka, gambar tersebut kemudian viral.

“Nah, seiring berjalannya waktu, ada mutual saya, Pax Jalawira, dia lagi tweet larping. Jadi, awalnya tuh bikin larping manifesting akan terjadi huru-hara. Dia pakai gambarnya waktu krisis konstitusional Uni Soviet, sih, seingat saya. Ini tolong koreksi kalau salah,” tuturnya melalui Youtube Ferry Irwandi, dikutip oleh Fasenews.id.

“Lalu, Pax Jalawira itu bikin seperti skenario bahwa ini terjadi datang TNI segala macam dan saya reply di situ dan memakai peringatan darurat itu, yang sekarang dikenal sebagai Garuda Biru,” ucap Budi menjelaskan.

“Jadi, itu lagi lucu-lucuan memang awalnya, lagi larping kita itu,” katanya lebih lanjut.

Setelah akun-akun besar seperti Najwa Shihab dan Narasi turut membagikan gambar itu, Garuda Biru mulai dikenal luas dan menjadi simbol dari gerakan protes.

“Di situ saya nggak tau banyak yang retweet-retweet, lalu saya quote retweet Garuda Birunya, yang saya tahu pertama kali akun besar yang repost gambar itu tuh Mba Najwa sama Narasi, yang saya tahu. Saya nggak tahu pastinya. Nah, semenjak itu ramai ke mana-mana, meledak,” kata Budi

“Akhirnya, semua berbondong-bondong menganggap saya sebagai inisiator,” ujarnya lagi melalui Youtube Ferry Irwandi, dikutip oleh Fasenews.id.

Bahkan, dalam waktu singkat, sebuah artikel Wikipedia pun dibuat yang menyebut Budi sebagai dalang gerakan tersebut.

“Nggak lama, ada orang iseng bikin artikel Wikipedia ngarah ke saya sebagai inisiator, sebagai dalang,” ucap Budi sambil terkekeh.

Budi mengungkapkan perasaannya yang campur aduk saat gerakan protes ini berkembang.