KALTIMHYPE.COM - Iran mengecam keras rencana Amerika Serikat (AS) yang disebut akan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran dan jalur strategis di Selat Hormuz.
Teheran menyebut langkah tersebut sebagai tindakan ilegal yang setara dengan pembajakan di perairan internasional.
Pernyataan itu disampaikan oleh militer Iran di tengah meningkatnya ketegangan setelah gagalnya perundingan antara kedua pihak.
Iran juga memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan di kawasan Selat Hormuz yang akan aman jika pelabuhan mereka sendiri menjadi target.
Pernyataan Militer Iran
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, Komando Pusat militer Iran (Khatam al-Anbiya) menegaskan bahwa pembatasan navigasi laut yang dilakukan Amerika Serikat melanggar hukum internasional.
Militer Iran menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk “pembajakan” karena dianggap mengganggu lalu lintas pelayaran di perairan internasional.
“Pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat kriminal terhadap navigasi dan transit maritim di perairan internasional adalah ilegal dan merupakan contoh pembajakan,” demikian pernyataan tersebut.
Iran juga menekankan bahwa keamanan maritim di kawasan Teluk Persia dan Laut Arab harus dijaga secara kolektif oleh semua pihak.
- Permintaan Akses Lintas Udara Militer AS ke Indonesia Jadi Sorotan, Apa Itu Blanket Overflight? Ini Penjelasannya
- Pertemuan 21 Jam di Islamabad Gagal Capai Kesepakatan, Ini Poin Bahasan Amerika Serikat dan Iran
- Ancaman Militer Amerika Serikat ke Iran Bisa Terjadi jika Tenggat Selat Hormuz tidak Dipenuhi
Eskalasi Ketegangan di Jalur Perdagangan Global
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dikabarkan akan mulai memberlakukan pembatasan terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.
Selain itu, Washington juga disebut akan memperketat pengawasan di jalur penting Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik vital perdagangan minyak dunia.
Langkah tersebut memicu reaksi keras dari Iran yang mengancam akan merespons jika kedaulatan dan keamanan pelabuhannya terganggu.
Situasi ini terjadi di tengah kondisi regional yang sudah tegang akibat konflik berkepanjangan dan gangguan pada arus perdagangan energi global.
Dampak dan Respons Internasional
Ketegangan di kawasan ini turut berdampak pada aktivitas pelayaran internasional, khususnya di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas dunia.
Sejak konflik meningkat, lalu lintas kapal dilaporkan mengalami pembatasan ketat, dengan hanya sejumlah kapal tertentu yang diizinkan melintas.
Situasi ini juga memicu kekhawatiran di pasar energi global, karena gangguan di jalur tersebut dapat memengaruhi pasokan minyak dunia.
Iran dan Amerika Serikat hingga kini masih saling melontarkan ancaman, sementara situasi di kawasan tetap berada dalam kondisi tegang tanpa tanda-tanda mereda dalam waktu dekat. (daf)
