"Diduga (api berasal dari) komputer yang tidak dimatikan oleh pegawai," ujarnya.
Saat ini, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri masih melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran.
Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, Brigjen Sudjarwoko, menegaskan bahwa investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan titik awal api dan penyebab pastinya.
"Asumsi bisa berkembang, tetapi hasil laboratorium forensik akan memberikan kepastian penyebab kebakaran," kata Sudjarwoko.
Kebakaran terjadi di ruang humas yang berada di lantai dasar gedung, di mana api pertama kali muncul dan dengan cepat menyebar akibat adanya tumpukan kertas arsip yang terbakar.
"Api terlihat dari ruang humas di lantai dasar. Sekuriti sempat berupaya memadamkan dengan APAR, tetapi api sudah menyebar dan menghasilkan asap tebal," jelas Satriadi.
