KALTIMHYPE.COM - Media sosial Indonesia baru-baru ini kembali dihebohkan dengan munculnya simbol "Peringatan Darurat" yang kali ini menampilkan lambang Garuda berlatar hitam dengan hashtag #IndonesiaGelap.
Fenomena ini mengingatkan pada Agustus 2024 lalu, ketika simbol serupa dengan latar biru, dikenal sebagai "Garuda Biru", menjadi viral sebagai bentuk ajakan untuk mengawal Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan pelaksanaan Pilkada 2024.
Apakah ini menjadi tanda bahwa kondisi tanah air sedang tidak baik-baik saja?
Mungkinkah ini titik awal Peringatan Darurat part 2?
Dilansir dari Fasenews.id, simbol "Peringatan Darurat" dengan lambang Garuda berlatar hitam yang viral pada (4/2/2025), diketahui berasal dari video konsep horor analog yang dibuat oleh kanal YouTube EAS Indonesia Concept.
Dulu sempat ramai dengan warna aslinya, biru.
Sekarang diubah oleh sosok di balik akun X (Twitter) @BudiBukanIntel menjadi warna hitam.
Tak hanya hashtag #Indonesia gelap dan lambang Burung Garuda, foto ini pun dilengkapi dengan beberapa tulisan yang melengkapi.
Tulisan yang tertera dalam foto tersebut tidak lain tidak bukan merupakan persoalan yang tengah menjadi “momok” di Indonesia saat ini.
“Tanah Papua dirampas demi ilusi swasembada pangan & energi,”
“Laut dipagar buat oligarki & ada HGB di atas laut,”
“Seorang ibu meninggal karena mengantre gas LPG 3 kg,”
“Pendidikan dan kesehatan bukan prioritas, BPJS ambles,”
“MBG ugal-ugalan bikin anggaran nggak stabil,”
“ASN dipersulit buat kerja karena anggaran disunat untuk MBG,”
Beberapa tulisan di atas menjadi “problem” Indonesia kini yang belum menemukan titik terang, baik solusi penyelesaiannya secara gamblang maupun kebijakan pemerintah yang mendukung.
Warganet pun berbondong-bondong menyuarakan keresahannya melalui penggunaan hashtag #IndonesiaGelap yang jor-joran lengkap dengan foto Burung Garuda hitam.
Turut serta, melalui akun X (Twitter) @barengwarga pun dibuat istilah dengan singkatan “PENTOL” untuk melengkapi bentuk protes yang ada.
PENTOL sendiri merupakan singkatan dengan penjelasan seperti di bawah ini:
Reformasi Polri, Hapus Impunitas dan Tindak Tegas Polisi Korup
Kembalikan LPG Subsidi Buat Rakyat, ESDM Jangan Bagi-bagi Tambang
Jangan Potong Anggaran Pendidikan, Kesehatan, dan Transum
Bayarkan Hak Para Pendidik dan Penjaga Masa Depan Negeri
Perbaiki/Kaji Ulang Program MBG yang Realistis dan Tepat Guna
Berantan Mafia Tanah dan Pecat Pejabat Inkompeten dan Tone Deaf
Garuda Hitam, yang saat ini ramai-ramai dibagikan warganet di media sosial sebagai bentuk angkat suara pertama kali diunggah oleh akun X (Twitter) @BudiBukanIntel, yang mana cikal bakal foto tersebut adalah video analog horor buatan channel EAS Indonesia Concept.
Sebelum kini menjadi Garuda Hitam, aslinya foto tersebut berupa Garuda Biru, foto lambang Burung Garuda dengan latar berwarna biru.
Garuda Biru yang sempat viral di Indonesia tempo hari untuk “berisik” sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar tidak tinggal diam itu pun juga dipublikasikan pertama kali oleh orang yang sama, yakni sosok di balik akun X @BudiBukanIntel pula.
Bukan tokoh-tokoh terkenal, seperti pembawa berita, komedian, atau jurnalis yang memulai gerakan ini.
Justru, gerakan tersebut lahir dari seorang figur yang sebelumnya tidak banyak diketahui, yang akhirnya menjadi pelopor perubahan besar.
Gerakan Garuda Biru yang menginspirasi lahirnya Indonesia Darurat pada 22 Agustus 2024 lalu digagas oleh sosok yang enggan membeberkan nama aslinya, namun dirinya ingin disebut saja sebagai Budi, orang pertama yang memulai langkah besar itu melalui akun X-nya. (apr/daf)
