“Pelatihan ini penting untuk memastikan alat yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing desa. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Program TTG juga memiliki agenda tahunan berupa Gelar Teknologi Tepat Guna tingkat nasional, yang menjadi ajang untuk memamerkan inovasi dari seluruh daerah di Indonesia.
“Tahun depan, rencana Banten dijadwalkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi, tetapi juga sarana berbagi pengalaman dan inspirasi antar daerah,” jelas Eka.
Saat ini, DPMPD Kaltim terus memperkuat sosialisasi mengenai pemanfaatan TTG di desa-desa.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi di tingkat masyarakat dan memperkuat peran Posyantek sebagai pusat layanan teknologi desa.
Dengan dukungan dari pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan program TTG dapat mewujudkan desa-desa yang mandiri dan berdaya saing melalui penerapan teknologi yang tepat guna. (adv)
