KALTIMHYPE.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meningkatkan ketelitian dalam menyeleksi calon penerima program Rumah Layak Huni (RLH) agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Selain itu, Pemprov mendorong perusahaan-perusahaan yang telah menyatakan dukungan melalui CSR untuk segera merealisasikan bantuan mereka, guna mempercepat pembangunan hunian bagi warga berpenghasilan rendah.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Kaltim, Irhamsyah, menjelaskan bahwa proses pemilihan penerima RLH dilakukan secara bertahap.
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi acuan utama, kemudian diikuti verifikasi langsung di lapangan oleh tim pemerintah.
Beberapa persyaratan penerima RLH antara lain:
- Memiliki bukti kepemilikan tanah atau bangunan yang sah.
- Termasuk keluarga berpenghasilan rendah.
- Lulus verifikasi lapangan oleh tim Pemprov.
Pemprov juga memastikan bahwa rumah yang dibangun memenuhi standar kelayakan.
Hunian tersedia dalam dua tipe, yaitu tipe 36 berbahan beton dan tipe 45 berbahan kayu, lengkap dengan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai.
Meski pembangunan RLH terus berjalan, Pemprov mencatat bahwa sebagian perusahaan belum sepenuhnya menunaikan komitmen CSR mereka.
“Banyak perusahaan telah menyatakan dukungan, tetapi realisasinya di lapangan belum maksimal. Kami akan terus mendorong, dan Gubernur sangat mendukung percepatan program ini,” ujar Irhamsyah.
Untuk mendukung pendanaan, Pemprov Kaltim berencana kembali mengajukan proposal CSR kepada perusahaan besar, khususnya di sektor sumber daya alam.
Program RLH menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan dunia usaha dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Pemprov berharap percepatan realisasi CSR dapat memperluas manfaat program sekaligus memastikan target pembangunan tercapai sesuai rencana. (ard/adv/diskominfokaltim)
