“Di sini, masih bisa untuk meja meeting, karena masih agak luas ruangannya,” ujarnya.

Dalam pesannya, Sri Wahyuni mengatakan bahwa model kantor yang mendukung kenyamanan bekerja semakin sering ditemukan di lingkungan perusahaan-perusahaan saat ini.

Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi karena Kantor DPMPD Kaltim turut berperan sebagai salah satu lokasi digelarnya lomba pada ajang MTQ XXX Nasional yang baru saja berlangsung.

“Standar safety-nya terpenuhi. Saya juga apresiasi karena kantor ini juga kemarin jadi lokasi venue MTQ,” ucap Sri Wahyuni.

Puguh Harjanto turut berkomentar mengenai kehadiran kantor baru yang berada di bawah kepemimpinannya itu.

Dengan nama Aula yang memiliki filosofi 'Desa Mandiri', ia menargetkan agar pada tahun 2025 tidak ada lagi desa tertinggal di Bumi Etam berkat kinerja dan upaya dari DPMPD Kaltim.

Total desa di Kalimantan Timur berdasarkan data terbaru berjumlah 841, dengan rincian 4 desa tergolong tertinggal, 195 desa berkembang, 380 desa maju, dan 262 desa telah mandiri.

Kantor baru, kami harap bisa meningkatkan kinerja. Sesuai dengan nama Aula, yakni Aula Desa Mandiri, tahun 2025 kita kejar tak ada lagi desa tertinggal di Kaltim,” ujar Puguh Harjanto.

Kabid Cipta Karya Rahmad Hidayat, mewakili Kepala Dinas PUPR Kaltim, memberikan penjelasan mengenai gedung baru DPMPD Kaltim.