KALTIMHYPE.COM - Sesuai jadwal, pendaftaran bakal calon kepala daerah baru dimulai tanggal 27 Agustus. Termasuk di Kalimantan Timur.
Hingga saat ini, dari 9 partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kaltim, menyisakan PDI Perjuangan belum memberikan rekomendasi dukungan.
Koalisi gemuk telah dibangun bakal pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud - Seno Aji.
Keduanya langsung memborong 7 partai politik dengan total 44 kursi di parlemen.
Di antaranya, Partai Golkar, Gerindra, PKB, PKS, Nasdem, PPP dan PAN.
Terbaru, partai Demokrat membuat kejutan ke publik, dimana mengusung bakal pasangan calon incombent Isran Noor - Hadi Mulyadi.
Untuk melengkapi 11 kursi sebagai syarat dukungan untuk melaju dalam kontestasi tahun ini, kini harapan keduanya sisa PDI Perjuangan.
Akan tetapi, hingga saat ini, PDI Perjuangan belum juga mengambil keputusan siapa yang akan diusung.
Jika PDI Perjuangan memberikan dukungan pada bakal pasangan calon Rudy Mas'ud - Seno Aji, Pilkada Kaltim dipastikan menghasilkan calon tunggal alias melawan kotak kosong.
Hal ini mengundang tanya di publik, ke mana arah dukungan PDI Perjuangan, atau akan jadi penonton di Pilgub Kaltim?
Sekretaris DPD Perjuangan Ananda Emira Moeis memastikan bahwa partai berlambang banteng moncong putih itu akan ikut serta.
"Kalian tahu kayak apa PDI Perjuangan, ikut serta dong, PDI konsisten. Gak mungkin kita gak ikut serta. Pastinya kita ingin menyuguhkan yang terbaik untuk masyarakat," ungkapnya saat dikonfirmasi setelah menyerahkan rekomendasi dukungan pada tiga bakal pasangan calon kepala daerah di Kaltim, di kantor DPD PDI perjuangan, Jum'at (09/08/2024).
Terkait siapa yang bakal diusung, Nanda begitu ia disapa menyampaikan bahwa rekomendasi itu masih dalam proses.
"Yang pasti sebelum tanggal 27 Agustus, akan diumumkan,"bebernya lagi.
Lantas siapa yang potensial untuk diusung? Ananda menjelaskan, pihaknya telah memberikan sejumlah poin terhadap calon yang yang telah mengikuti penjaringan sebagai catatan kepada DPP partai. Hingga memetakan konstalasi politik.
"Sekarang sudah di tangan ketua umum dan DPP partai, kita lihat saja nanti,"ungkapnya.
Meski belum membeber soal siapa sosok yang akan diusung PDIP di Pilgub nantinya, Nanda mengamini apa yang sebelumnya diucapkan oleh Ketua DPD PDIP Kaltim, Safaruddin.
"Saya mengamini apa yang di sampaikan ketua DPD, kita ingin pemilu di Kaltim, masyarakat di Kaltim punya pilihan, bukan kotak kosong, tapi keputusanya seperti apa nanti kita lihat,"
"Apapun keputusan DPP kita bakal menangkan, siapapun yang didukung. Kalau keputusan ternyata harus melawan koalisi gemuk, kita akan berjuang. Karena yang menentukan bukan kita, rakyat adalah penentu," pungkasnya. (tam)
