KALTIMHYPE.COM - Pendiri Microsoft sekaligus tokoh filantropi global, Bill Gates, melakukan kunjungan penting ke Indonesia pada Rabu (7/5), dengan agenda utama bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat kerja sama antara Gates Foundation dan pemerintah Indonesia, khususnya dalam bidang kesehatan serta penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Bill Gates disambut hangat oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Pertemuan bilateral ini membahas beragam kolaborasi strategis, termasuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat yang selama ini telah didukung oleh Gates Foundation lewat hibah sebesar 159 juta dolar AS.

Menariknya, lebih dari 82% dana hibah tersebut dialokasikan untuk sektor kesehatan, mulai dari imunisasi, riset penyakit menular, hingga penguatan layanan primer dan pengendalian konsumsi tembakau.

Tak hanya itu, Gates Foundation juga turut mendorong transformasi layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi demi memperluas jangkauan dan efektivitas intervensi medis di Tanah Air.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai sinergi antara pemerintah, filantropi global, dan sektor swasta menjadi kunci dalam membangun sistem kesehatan nasional yang tangguh dan merata.

Komitmen ini diperkuat dengan dukungan terhadap kemandirian riset dan manufaktur di Indonesia, salah satunya melalui kemitraan strategis dengan Bio Farma.

“Kolaborasi kami dengan Indonesia adalah bagian dari upaya global untuk memastikan akses yang setara terhadap obat, vaksin, dan teknologi penyelamat nyawa, ujar Gates.

Presiden Prabowo dan Bill Gates juga menghadiri diskusi meja bundar bersama para pemimpin filantropi nasional, membahas bagaimana memperkuat semangat berbagi dari dalam negeri demi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu sorotan dalam pembahasan adalah keberhasilan program MBG dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo.

Bill Gates memuji MBG sebagai program yang potensial menciptakan efek berganda bagi pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.

Intervensi nutrisi ini diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara signifikan dalam jangka panjang.

Sementara itu, program CKG, bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo, sudah mulai diterapkan secara nasional.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan di seluruh Puskesmas, mencakup bayi baru lahir, balita, hingga lansia.

Hingga kini, lebih dari 4,5 juta penduduk telah mengikuti CKG ulang tahun yang diluncurkan sejak 10 Februari 2025.

Pemerintah juga tengah menyiapkan pelaksanaan CKG sekolah mulai Juli 2025, bersamaan dengan tahun ajaran baru, yang akan menyasar anak usia 7–17 tahun di sekolah-sekolah.

Tak hanya itu, CKG kini bisa diakses kapan saja tanpa harus menunggu ulang tahun, cukup datang ke Puskesmas terdekat.

Pemerintah pun mendorong partisipasi sektor swasta dan komunitas untuk turut mengadakan pemeriksaan secara mandiri melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan lokal. (apr)