Harga pembeliannya pun tak main-main, yakni Rp 125 juta.

Sayangnya, hingga kejadian itu terjadi, Dedi mengaku belum sempat menerima pembayaran dari pihak Istana.

“Saya sudah tandatangan kontrak resmi. Tapi sayangnya, belum sempat terima transfer dari Istana, sapi kesayangan saya tiba-tiba jatuh dan mati,” ujarnya dengan nada berat.

Sapi tersebut rencananya akan dikirim ke Mamuju sebagai bagian dari sumbangan Presiden Prabowo untuk perayaan Iduladha 2025. Namun insiden ini membuat rencana tersebut batal.

Dugaan awal penyebab kematian mengarah pada kemungkinan keracunan. Saat ini, Dinas Peternakan Kabupaten Polewali Mandar telah mengambil sampel organ sapi untuk dianalisis di laboratorium. Pemerintah daerah juga mengimbau para peternak untuk lebih memperhatikan kebersihan kandang dan kualitas pakan, apalagi menjelang Hari Raya Iduladha yang merupakan waktu penting dalam distribusi hewan kurban. (tam)