KALTIMHYPE.COM - Kalimantan Timur menghadapi masalah stunting yang semakin serius dan perlu solusi.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia 2023, prevalensi stunting di Kalimantan Timur meningkat menjadi 23,9 persen, mengalami kenaikan 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 22,8 persen.

Pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam menekan angka stunting, seperti yang disampaikan oleh Roslindawaty, Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat (PKSBM) DPMPD Kaltim.

Menurutnya, permasalahan ini bukan hanya relevan di masa sekarang, tetapi juga berdampak pada masa depan generasi penerus bangsa, dengan data menunjukkan bahwa satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting.

Roslinda menyebutkan bahwa pemerintah telah menetapkan sasaran untuk menekan angka stunting hingga 14 persen pada 2024.

Upaya ini, menurutnya, akan berhasil jika didukung dengan kolaborasi dan kerja sama dari semua pemangku kepentingan.