KALTIMHYPE.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya mendorong kemajuan transformasi digital di tingkat desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD).
Melalui inisiatif “Desa Digital,” diharapkan masyarakat di desa-desa dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk lebih mudah mengakses berbagai informasi yang tersedia.
Berdasarkan data dari Indeks Desa Membangun 2024, dari 841 desa di Kaltim, hanya 257 desa atau sekitar 31% yang sudah memiliki website resmi.
Sementara itu, 584 desa lainnya masih belum memiliki platform digital, yang merupakan tantangan besar dalam percepatan digitalisasi.
Beberapa masalah utama yang dihadapi desa-desa antara lain kurangnya akses listrik, internet, dan terbatasnya sumber daya manusia (SDM) di pedesaan.
Selain itu, masih ada 348 desa yang belum teraliri listrik PLN, dan 205 desa hanya memiliki pasokan listrik untuk sekitar sepuluh rumah tangga.
Sebanyak 45 desa juga belum mendapatkan akses internet, sementara 52 desa lainnya mengalami kesulitan dengan sinyal telekomunikasi yang terbatas.
Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Kaltim, Aswanda, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai program untuk mempercepat digitalisasi desa.
“Kami telah mengadakan pelatihan transformasi digital yang diikuti oleh sekitar 60 orang pada Maret 2024 lalu, guna untuk peningkatan kapasitas SDM desa, pembekalan dalam penggunaan TIK, serta pelatihan produksi konten digital untuk membantu ekonomi desa melalui platform e-commerce,” paparnya.
DPMPD Kaltim juga mengadakan Penilaian Desa Digital pada September hingga Oktober 2024, yang diikuti oleh 23 desa sebagai bentuk apresiasi terhadap penggunaan teknologi digital.
Tiga desa yang menjadi juara terbaik dalam penilaian tersebut adalah Desa Bhuana Jaya dari Kutai Kartanegara, Desa Bukit Raya dari Penajam Paser Utara, dan Desa Tapis dari Paser.
Pada 14 Oktober 2024, DPMPD Kaltim menyelenggarakan pelatihan khusus bagi desa yang belum memiliki website, diikuti oleh 54 desa.
Pelatihan ini meliputi menulis berita serta pembuatan konten untuk website dan pemberian bantuan domain serta hosting gratis selama setahun.
Menurut Aswanda, keberadaan website desa memungkinkan pemerintah desa untuk memberikan informasi yang transparan, mempromosikan potensi desa, serta menyediakan layanan berbasis online yang memudahkan masyarakat.
“Kami berharap melalui transformasi digital, desa-desa di Kaltim dapat maju dan berkembang seiring dengan era digitalisasi yang semakin pesat, serta mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya,” tutupnya. (adv)
