Kementerian Luar Negeri Iran menuding AS sebagai rezim provokatif dan pelanggar hukum yang harus bertanggung jawab penuh atas konsekuensi berbahaya dari serangan ini.

Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) juga menyayangkan sikap diam Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap tindakan AS, dan menegaskan bahwa program nuklir damai Iran tidak akan dihentikan.

“Meskipun penuh konspirasi dan serangan dari musuh, kami tidak akan membiarkan industri nasional ini—yang dibangun dari pengorbanan para martir nuklir—tersesat dari jalur damai,” tegas AEOI.

Apa Selanjutnya?

Kini, semua mata tertuju pada keputusan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei — apakah Iran akan membalas serangan AS atau memilih melanjutkan jalur diplomatik.

Reaksi dari Rusia dan China, dua sekutu dekat Iran, juga diperkirakan akan sangat mempengaruhi arah konflik.

Jika ketegangan tak segera mereda, Timur Tengah berisiko masuk ke dalam eskalasi konflik berskala besar yang akan berdampak pada stabilitas global. (tam)