Sebagai bukti komitmennya terhadap nilai-nilai tersebut, Prabowo mengisahkan bahwa saat menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, ia mengikuti jejak Gus Dur dalam melindungi tempat-tempat ibadah minoritas dari ancaman kelompok radikal.

"Saya waktu saya jadi Ketum Gerindra saya ingat contoh Gus Dur. Waktu ada peristiwa gereja dan beberapa wihara diancam dibom, saya perintahkan Gerindra menjaga gereja dan wihara tersebut. Ini artinya keteladanan pemimpin harus berani beri contoh," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tak akan ragu menyingkirkan para menteri yang tidak bekerja dengan sungguh-sungguh untuk rakyat.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas pertanyaan mengenai kemungkinan adanya reshuffle atau perombakan dalam Kabinet Merah Putih setelah 100 hari kerja.

“Begini kita ingin rakyat menuntut pemerintah yang bersih dan benar, yang bekerja dengan benar, jadi saya ingin tegakkan itu,” ujar Prabowo Subianto.

“Kepentingan hanya untuk bangsa rakyat, tidak ada kepentingan lain. Yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat, ya saya akan singkirkan,” tegasnya.

Meski memberikan sinyal kuat, Prabowo Subianto masih belum secara eksplisit mengonfirmasi apakah reshuffle akan segera dilakukan dalam waktu dekat. (tam)