KALTIMHYPE.COM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim terus berinovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan media tanam hidroponik lokal yang dikenal dengan nama Hydroclay.
Noor Agustina, Kepala Bidang Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) DPMPD Kaltim, menyatakan bahwa teknologi ini sangat potensial dalam mengatasi berbagai tantangan di sektor urban farming.
“Kami mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara maksimal dengan teknologi sederhana yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Hydroclay adalah produk inovatif yang dikembangkan oleh Sea Gendhis Rahmawati Sudarno Putri dan Eva Dwipanglipur Wijayanti, dua inovator asal Bontang.
Produk ini muncul sebagai solusi dari permasalahan tingginya harga media tanam impor dan menawarkan alternatif berbasis bahan lokal, seperti tanah liat, bekatul, dan cocopeat.
Media tanam ini memiliki keunggulan dalam menyerap dan menyimpan air lebih lama, ringan, serta ekonomis sehingga cocok digunakan untuk berbagai jenis tanaman.
