KALTIMHYPE.COM - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, mengungkapkan bahwa daerah tersebut masih mengalami kekurangan tenaga gizi.

Kondisi ini, menurutnya, berhubungan langsung dengan angka stunting Kaltim yang pada 2024 masih berada di 22,2 persen.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ananda mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi lokal yang setiap tahunnya meluluskan tenaga ahli gizi.

Ia mencontohkan beberapa institusi pendidikan seperti Universitas Mulawarman, Poltekkes Kemenkes Kaltim, dan STIKES Samarinda yang sudah lama menghasilkan SDM kompeten di bidang gizi.

“Lulusan-lulusan ini dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga gizi,” ujar Ananda saat dijumpai di Gedung E DPRD Kaltim baru-baru ini.

Politisi PDIP tersebut menambahkan, untuk mengejar target nasional penurunan stunting, jumlah tenaga gizi di Kaltim idealnya perlu dilipatgandakan dari kondisi saat ini.