Komentar publik pun membanjiri lini masa, sebagian besar menilai kejadian ini memperkuat kesan bahwa aktivitas lapangan sang Wali Kota Surabaya lebih berfokus pada konten media sosial ketimbang kerja spontan di lapangan.
Dalam hitungan jam, video itu menjadi viral dengan jutaan penayangan dan menuai beragam reaksi keras.
Hening Dzikrillah Meminta Maaf dan Mengundurkan Diri
Tak lama setelahnya, Hening Dzikrillah muncul memberikan klarifikasi melalui video permintaan maaf di akun pribadinya.
Dengan nada penuh penyesalan, Hening Dzikrillah menegaskan bahwa percakapan tersebut hanyalah candaan pribadi tanpa maksud untuk memanipulasi konten.
“Ini murni kesalahan saya pribadi. Konteksnya hanya bercanda dengan teman semobil. Tidak ada niat apa pun untuk menipu publik,” ucap Hening Dzikrillah sambil menangis.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Hening Dzikrillah kemudian mengajukan pengunduran diri dari tim media sosial Wali Kota Surabaya.
Menanggapi peristiwa itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menunjukkan sikap bijak dengan memahami insiden tersebut sebagai bentuk human error.
Alih-alih menerima pengunduran diri Hening Dzikrillah, Eri Cahyadi memilih untuk menonaktifkan sementara stafnya itu, sembari memberi kesempatan untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri.
(apr)
