KALTIMHYPE.COM - Lima kader PDI Perjuangan mengaku dijebak dan ditipu untuk memberikan tanda tangan yang dimanfaatkan oknum pengacara untuk menggugat keabsahan perpanjangan SK Kepengurusan DPP PDI Perjuangan tahun 2024-2025.

Selain itu, kelima kader PDI Perjuangan itu juga diberi imbalan uang sebesar 300 ribu usai menandatangani kertas kosong.

Hal tersebut sebagaimana dilansir dari kumparanNEWS berjudul “5 Kader Penggugat SK PDIP Ngaku Dijebak, Akan Cabut Gugatan di PTUN”.

Kelima kader tersebut bernama: Jairi, Djupri, Manto, Sujoko dan Suwari.

Dari kelima orang itu, Jairi mewakil keempat teman untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Jairi mengawali dengan permintaan maaf, terutama kepada Ketua Umum PDI Perjuangan dan seleruh keluarga besar PDI Perjuangan.

“Saya mewakili teman-teman saya, pertama-tama saya meminta maaf kepada Ketua Umum PDIP Ibu Hajjah Megawati Soekarnoputri, beserta seluruh keluarga besar PDIP seluruh Indonesia,” kata Jairi mewakili temannya yang lain, pada Rabu (11/9/2024).