Sementara itu, seorang pejabat pertahanan senior Israel menyatakan keraguan bahwa Iran akan menerima syarat-syarat yang diajukan Amerika Serikat.

Israel juga khawatir proposal tersebut hanya menjadi titik awal negosiasi yang berpotensi memunculkan konsesi dari pihak Washington.

Situasi ini mencerminkan paradoks diplomasi di kawasan: komunikasi tetap berjalan melalui pihak ketiga, tetapi pernyataan resmi masing-masing pihak masih dipenuhi ketidakpercayaan.

Selama Iran tetap menolak dialog langsung dan retorika keras terus mendominasi, peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat dinilai masih sangat terbatas.

Namun peran Pakistan dan Turki sebagai mediator bisa menjadi kunci jika kedua pihak benar-benar ingin mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. (sal)