Imam juga menegaskan bahwa selama masa pemeliharaan, pihaknya telah melakukan berbagai perbaikan, termasuk pengecekan kantin, perbaikan batu sikat, andesit, serta perbaikan akibat banjir rob.

"Kardus itu hanya digunakan sebagai cetakan awal sebelum dilapisi resin dan fiberglass, yang merupakan bahan utama. Jadi bukan berarti patung ini terbuat dari kardus," ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh bahan yang digunakan sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan dalam proyek tersebut. Imam pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas di alun-alun agar tidak mudah rusak.

Terkait besaran anggaran proyek yang ramai diperbincangkan, Imam menjelaskan bahwa angka Rp15,6 miliar yang beredar bukanlah jumlah riil yang diterima pihaknya.

"Setelah dipotong PPN 11 persen serta denda keterlambatan dan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), anggaran yang benar-benar terealisasi sekitar Rp13 miliar," jelasnya. (tam)