Melalu acara ini, Dispora Kaltim berharap dapat mengedukasi masyarakat tentang berbagai budaya olahraga yang berkembang di Kaltim.

Dengan kombinasi cabang olahraga modern seperti BMX, sepeda tua, dan break dance dengan olahraga tradisional, acara ini diharapkan dapat mengundang antusiasme dari berbagai kalangan masyarakat.

Kejuaraan ini tidak hanya menjadi tempat bagi atlet lokal untuk berlomba, tetapi juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam olahraga tradisional.

Bagus menjelaskan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya olahraga sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya lokal.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang menjaga warisan dan memperkuat kebanggaan terhadap budaya kita,” jelasnya.

Bagus menyatakan bahwa pemilihan cabang olahraga seperti lempar pisau, sumpit, enggrang, BMX, sepeda tua, dan break dance tidak dilakukan tanpa alasan yang kuat.