"Untuk saat ini kasusnya masih sangat tinggi. Diharapkan yang sehat terus menggunakan masker, yang sakit kalau bisa jangan sekolah dulu karena penyebaranya cepat sekali,"ungkapnya.
Seperti diketahui, Dinas kesehatan mengambil langkah dengan meliburkan sementara bagi siswa yang alami penyakit gondongan.
Menurut Andi Satya itu sebagai langkah efektif untuk mencegah penularan pada siswa lainya. Karena untuk pengobatan seperti antibiotik tidak bisa menolong karena gondongan terjadi disebabkan oleh virus.
"Memang kalau virus itu adalah penyakit yang sembuh sendiri, sekitar satu sampai dua Minggu. Yang penting kita mencegah dulu supaya tidak menyebar ke siswa lain, mau tidak mau diliburkan,"paparnya.
Dia bilang upaya itu sebagai alternatif pencegahan penularan jangka pendek, untuk jangka panjangnya yaitu perluasan pelaksanaan Vaksin MMR (campak, gondongan, dan rubella).
"tu prosesnya saat masih bayi. Ketika orang sudah terkena satu kali tidak akan terulang ke dua kali. Harapannya kedepannya agar anak-anak di Kaltim bisa dapatkan vaksin itu supaya ketika mereka sekola sudah punya imunitas,"pungkasnya. (fran)
