"Kondisi sesaknya lahan makam bukan hanya dialami warga di Rapak Dalam. Tapi di lokasi lain sudah mulai mengeluhkan ini. Kondisi kuburan sekarang ada yang sudah tumpang tindih,"bebernya.
Fakta di lapangan, banyak pihak yang berperan menjadi penyedia lahan makam. Mulai dari hibah masyarakat, andil dari pengembang hingga pemerintah. Pemerintah sendiri mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota hingga tingkat desa dan kecamatan.
Namun di tengah kondisi sekarang, politisi muda dari partai Golkar ini mendorong pemerintah untuk segera mencari alternatif lahan tambahan. Ketersediaan lahan makam ini adalah kondisi terdesak yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
"Mau tidak mau pemerintah harus hadir, bagaimana menyediakan lahan tambahan untuk TPU,"bebernya.
Dalam kapasitasnya sebagai legislator di Karangpaci, dirinya akan mendorong masalah tersebut, termasuk di pemerintah kota Samarinda melalui fraksi Golkar di DPRD Samarinda.
Tak hanya itu dia juga memastikan akan membawa aspirasi warga ke rapat fraksi di DPRD Kaltim yang akan diteruskan dalam pandangan umum fraksi.
"Semuanya nanti apa yang ada dalam reses ini disampaikan di situ. Jadi Insya Allah ada medianya supaya nanti bisa terdengar bisa kita sampaikan ke eksekutif untuk dilaksanakan," pungkasnya. (adv)
