“Data Political Data Yearbook (PDYi) menunjukkan bahwa sepanjang 1993–2022, sistem kepartaian Amerika Serikat tetap terkonsentrasi pada dua kekuatan utama, baik dalam pemilu presiden maupun penguasaan lembaga legislatif,” demikian tercantum dalam ringkasan data politik tahunan PDYi.
Kabinet dan Legislatif: Konsistensi Dominasi
Tidak hanya pada level presiden, data PDYi juga memperlihatkan bahwa seluruh kabinet federal dalam periode tersebut dibentuk oleh presiden dari Partai Demokrat atau Republik.
Posisi strategis dalam pemerintahan, mulai dari menteri luar negeri hingga pertahanan, selalu diisi oleh figur yang berafiliasi dengan dua partai tersebut.
Di tingkat legislatif, dominasi serupa juga terjadi.
Selama 1993–2022, Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (House of Representatives) secara bergantian dikuasai oleh Demokrat dan Republik.
Partai lain tidak pernah mencapai posisi mayoritas, sementara anggota independen pun dalam praktik politik cenderung berkoalisi dengan salah satu dari dua partai besar.
Kondisi ini menegaskan bahwa sistem dua partai di Amerika Serikat bukan sekadar fenomena elektoral, melainkan telah mengakar dalam struktur kelembagaan politik.
Sistem Pemilu yang Mengunci Dominasi
Para analis politik menilai, salah satu faktor utama yang memperkuat dominasi ini adalah sistem pemilu “winner takes all”.
Dalam sistem tersebut, kandidat dengan suara terbanyak memenangkan seluruh kursi atau electoral votes di suatu wilayah, sehingga partai kecil nyaris tidak memiliki peluang representasi yang sebanding dengan perolehan suara mereka.
Selain itu, tingginya biaya politik dan kompleksitas proses pencalonan presiden membuat partai di luar Demokrat dan Republik sulit bersaing di level nasional.
