Meski hasil akhirnya dinilai belum sempurna dan menuai kritik publik, Safi’i menyampaikan terima kasih atas masukan warganet. Ia memastikan ke depan pihak desa berencana melakukan perbaikan terhadap ikon desa tersebut.
Anggaran Rp3,5 Juta, Tanpa Dana Desa
Menanggapi isu anggaran, Safi’i menegaskan bahwa pembangunan patung macan putih tidak menggunakan dana negara maupun dana desa.
“Anggarannya murni dari kantong pribadi saya sendiri, karena saya yang menginisiasi pembuatan patung ini,” kata Safi’i.
Ia menjelaskan, patung tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi mencapai 2,5 meter termasuk fondasi.
Total dana yang dikeluarkan untuk menyelesaikan patung selama kurang lebih 18 hari mencapai Rp3,5 juta, sudah termasuk material dan upah pematung.
Menurut Safi’i, dana desa saat ini diprioritaskan untuk program ketahanan pangan sehingga tidak memungkinkan dialokasikan untuk pembangunan patung.
Hasil Tak Sesuai Konsep Awal
Meski pembangunannya telah rampung, Safi’i mengakui hasil akhir patung tidak sepenuhnya sesuai dengan konsep awal yang direncanakan.
