Lebih lanjut, Prabowo mengaku banyak belajar dari Jokowi, terutama dalam menghadapi dinamika politik. Ia menilai bahwa pihak yang sudah tidak berkuasa seharusnya tidak perlu dicemooh.
“Saya belajar dari Pak Jokowi, kalau politik itu ya nggak usah malu-malu. Kadang ada yang sudah nggak berkuasa malah dikuyu-kuyu, dijelek-jelekin. Jangan begitu. Kita harus menghormati semua orang,” pungkasnya.
Di sana, Prabowo Subianto turut membeberkan alasan mengapa dirinya harus memangkas anggaran kementerian.
Ia menegaskan, langkah ini diambil demi rakyat Indonesia bukan kepentingan kelompok tertentu atau pribadi.
“Saya melakukan penghematan, saya ingin pengeluaran yang tidak perlu, pengeluaran yang mubazir, yang alasan untuk nyolong ingin dihentikan, dibersihken,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Meski begitu, Prabowo menyebut ada pihak yang mencoba melawan dirinya dalam kebijakan penghematan anggaran ini. Ia menyebut pihak tersebut sudah seperti raja kecil.
Namun siapa dia, Prabowo tidak membeberkannya.
