KALTIMHYPE.COM - Media sosial dibuat kaget dengan adanya konten dari seorang pemuda yang menjelaskan soal tarif ojek hingga mencapai jutaan rupiah.
Tarif ojek senilai jutaan rupiah itu, adalah ongkos untuk bisa menuju ke Kecamatan Seko, salah satu kecamatan di Pulau Sulawesi.
Konten itu dibagikan oleh pria di akun Instagram @sndystrio.
Dalam video yang ia publish, ongkos tarif ojek PP menuju Kecamatan Seko adalah Rp 1,6 juta.
"Wooh Rp 1,6 (juta). Iya guys harganya Rp 1,6 juta," ucapnya.
Di video tersebut, dijelaskan kondisi perjalanan untuk menuju Kecamatan Seko yang harus melewati jalan tanpa aspal, hanya tanah, serta waktu perjalanan hampir satu harian.
Lantas, seperti apa sebenarnya Kecamatan Seko, dan mengapa untuk bisa bertandang ke sana, harus melewati jalan tanpa aspal dengan biaya akomodasi ojek hingga jutaan rupiah?
Dihimpun dari beberapa sumber, Kecamatan Seko adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang terletak di bagian utara provinsi ini.
Wilayahnya berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, serta merupakan kecamatan terbesar di Kabupaten Luwu Utara dengan luas mencapai 2.109,2 km², atau sekitar 28% dari total luas kabupaten.
Secara administratif, Kecamatan Seko terdiri dari 12 desa, antara lain:
- Beroppa
- Embonatana
- Hoyane
- Lodang
- Malimongan
- Marante
- Padang Balua (ibu kota kecamatan)
- Padang Raya
- Taloto
- Tanama Kaleang
- Tirobali
- Wono
Dengan jumlah penduduk sekitar 12.997 jiwa pada tahun 2020 Wikipedia, Seko memiliki topografi pegunungan dan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut.
Wilayah ini memiliki bentang alam yang memukau, termasuk padang rumput luas yang menyerupai lanskap dalam film "The Lord of the Rings".
Seko juga dikenal dengan keberadaan masyarakat adat yang telah diakui secara hukum melalui SK Bupati Luwu Utara No. 300 Tahun 2004 dan Perda No. 12 Tahun 2004 tentang Pelestarian Lembaga Adat.
Masyarakat adat Seko menghadapi tantangan terkait rencana pembangunan infrastruktur dan eksploitasi sumber daya alam yang dapat mengancam kelestarian budaya dan lingkungan mereka.
Infrastruktur Jalan
Akses jalan menuju Kecamatan Seko di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sebelumnya dikenal sebagai salah satu yang terberat di wilayah tersebut.
Jalan utama menuju Seko hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda dua atau motor trail melalui jalur ekstrem sejauh lebih dari 100 kilometer dari pusat Kabupaten Luwu Utara.
Kondisi jalan yang rusak parah dan tidak adanya jembatan layak menjadi tantangan besar bagi masyarakat setempat.
Namun, sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah dan provinsi telah fokus pada pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan Seko dengan wilayah lain.
Pada tahun 2019, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk pembangunan jalan dari Sabbang menuju Seko, dengan panjang sekitar 35 km.
Jalan ini kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, meskipun masih dalam tahap pengerasan dan belum sepenuhnya mulus.
Selain itu, pada tahun 2022, Pemprov Sulsel juga memberikan bantuan keuangan sebesar Rp14,5 miliar kepada Pemkab Luwu Utara untuk pembangunan jalan dan jembatan di ruas Seko-Rampi (Lore-Tedoboe).
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. (tam)
