KALTIMHYPE.COM - Niatan Golkar Kaltim untuk terus menjalin komunikasi dengan beberapa partai politik di Kalimantan Timur (Kaltim), dinyatakan bukanlah untuk menghadang Isran Noor maju di Pilgub Kaltim 2024 mendatang.

Golkar Kaltim, diketahui telah bulat menjagokan Ketua DPD mereka, Rudy Mas'ud sebagai calon tunggal pada Pilgub Kaltim 2024 mendatang.

Hingga saat ini, ada 3 figur yang menyeruak akan maju sebagai Kaltim 1, yakni Rudy Mas'ud, petahana Isran Noor dan mantan Bupati Kutim, Mahyudin.

Khusus untuk Rudy Mas'ud, untuk bisa maju sebagai bakal calon kepala daerah, saat ini sebenarnya tak lagi memerlukan tambahan kursi dari partai politik.

Dikarenakan, hasil dari Pileg 2024 yang baru saja digelar, menempatkan Golkar sebagai parpol teratas dengan raihan kursi terbanyak. Disusul Gerindra, PDI Perjuangan dan PKB.

Dengan raihan 15 kursi pada Pileg, Golkar bisa mengusung sendiri calon gubernur tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Hal ini dikarenakan sesuai Pasal 40 ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2016, parpol atau gabungan parpol harus memiliki minimal 20 persen dari jumlah kursi DPRD, atau 25 persen akumulasi perolehan suara sah dalam Pileg 2024 bisa mengusung kandidat di Pilkada.

Meski bisa mengusung calon tanpa harus berkoalisi, Golkar Kaltim saat ini tak berdiam diri.

Pihak Rudy Mas'ud masih melakukan proses komunikasi sehubungan dengan pendaftaran bakal calon kepala daerah ke partai lain.

Di antaranya, ke PKS dan Nasdem Kaltim.

Jika Golkar, PKS dan Nasdem sepakat untuk mengusung Rudy Mas'ud, total ada 21 kursi dari ketiga partai itu. Jumlah kursi ini bisa saja bertambah, jika Golkar masih terus menjalin koalisi dengan parpol lain, semisal PKB, PAN dan PPP.

Hal inilah yang memunculkan adanya anggapan bahwa, jika koalisi gemuk bisa diraih Golkar Kaltim dalam mengusung Rudy Mas'ud, bisa saja menipiskan langkah kandidat lain, untuk bisa maju.

Termasuk langkah petahana Isran Noor yang saat ini tak lagi menjabat sebagai ketua partai di Kaltim.