Menurut Firdaus, atletik lebih dari sekedar kesuksesan, ini juga tentang menunjukkan bahwa kendala fisik tidak harus menghentikan untuk mencapai tujuan.

“Saya ingin membuktikan bahwa disabilitas tidak mengurangi kemampuan saya. Saya tidak butuh belas kasihan dari siapa pun”, ungkap Firdaus.

“Saya ingin berprestasi dan menunjukkan bahwa kita semua memiliki kesempatan yang sama,” tegas pria kelahiran Balikpapan, 24 Agustus 1990 ini.

Firdaus turut sampaikan harapannya agar dapat menjadi inspirasi untuk teman-teman difabel lainnya.

“Untuk teman-teman yang memiliki keterbatasan fisik seperti saya, tetaplah semangat dan banyak latihan”, ucapnya.

“Disabilitas bukan penghalang untuk meraih prestasi”, lanjut Firdaus.

Bagi Firdaus, Peparnas 2024 di Solo menjadi ajang pembuktian untuk dirinya.

Firdaus pun berhasil mengukir prestasi yang tak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga seluruh warga Kaltim di usia 34 tahunnya.

“Saya ingin menjadi bukti bahwa kita semua bisa berprestasi meskipun memiliki keterbatasan fisik,” pungkasnya. (adv)