Dukungan Kuat dari Tiongkok dan Rusia
Tiongkok, sebagai ekonomi terbesar kedua dunia, menjadi motor utama dalam pendanaan NDB.
Beijing melihat lembaga ini sebagai instrumen strategis untuk mendorong dedolarisasi dan memperkuat pengaruh ekonomi di negara berkembang.
Rusia pun mendukung penuh, terutama setelah terisolasi akibat sanksi Barat. Bagi Moskow, NDB bisa menjadi jalur finansial baru yang bebas dari kendali Amerika Serikat dan Eropa.
Dengan kombinasi ini, BRICS ingin menciptakan “tatanan ekonomi baru” yang tidak lagi bergantung pada dolar AS maupun lembaga keuangan Barat.
Dampak bagi Negara Berkembang
Bagi negara-negara berkembang di Asia, Afrika, hingga Amerika Latin, NDB memberi peluang baru untuk pendanaan pembangunan.
Proyek infrastruktur, energi terbarukan, hingga konektivitas digital bisa lebih mudah dibiayai tanpa harus tunduk pada syarat ketat IMF.
