Di era digitalisasi saat ini penyebaran infomasi sangatlah cepat memalui berbagai media baik secara digital (melalui gambar, suara, dan tulisan digital) maupun fisik (melalui gambar atau tulisan).

Kemudahan akses informasi saat ini berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks dan disinformasi dalam skala besar.

Pertumbuhan pesat media sosial telah menjadi lahan subur bagi penyebaran hoaks, seperti yang ditunjukkan oleh data terbaru dari Mafindo bahwa semester pertama 2024 terdapat lebih dari dua ribu hoaks yang hampir menyentuh total temuan hoaks sepanjang tahun 2023.

Dari jumlah tersebut 30% diantaranya terkait dengan Pemilu.

Hal ini menandakan bahwa hoaks menjadi alat yang efektif untuk mempengaruhi opini publik selama momen politik penting saat ini.

Pada kesempatan Talkshow 1, Yos Kusuma selaku Google News Partnership menanggapi persoalan dalam persiapan mengantisipasi disinformasi yang bersifat sangat lokal seperti ujaran kebencian menjelang pilkada serentak 2024 di platform digital.