“Untuk persiapan spesifik tentunya peristiwa besar seperti pemilu, seperti pilkada kalau di google itu melibatkan banyak pihak, banyak tim, mulai dari tim Trust and Safety, ada tim Public Policy, juga Government agent, jadi kita semua selalu bekerjasama untuk menyempurnakan apa yang kita punya, yang dipunya google apasih? Produk. Jadi produk-produk google seperti search, discover, google news dan lain-lain sebagainya itu kita sama-sama mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya untuk terus menyempurnakan sistem yang ada di masing-masing produk itu”, ujarnya.

Lebih lanjut Yos menjelaskan bahwa pihak Google serta para elemen pemangku kepentingan harus melakukan persiapan lebih besar menjelang pilkada serentak 2024 dibandingkan menjelang pemilu terkahir.

“Jadi kita tentunya terus berusaha disitu untuk menyempurnakan, its not a perfect system, tapi dengan kerjasama internal kami, lintas tim, dan juga kolaborasi bersama para pemangku kepentingan termasuk Kominfo, KPU, Bawaslu dan teman-teman kolesi cek fakta, harapanya kita lebih siap lagi saat ini dibandingkan mungkin sebelum pemilu yang terkahir kemarin yang bulan Februari”, tambahnya.

Indonesia Fact Checking Summit 2024 menjadi peran penting dalam memperkuat sinergi dari berbagai pihak untuk melawan hoaks.

Melalui forum ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat, sehingga masyarakat dapat mengambil Keputusan yang lebih cerdas menjelang Pilkada 2024. (ard)