Selain itu, ia mengungkapkan bahwa kepengurusan HKTI Kaltim yang baru didominasi oleh para pelaku pertanian, dengan sekitar 80 persen pengurusnya berasal dari petani dan kelompok tani. Hal ini diyakini akan memperkuat upaya organisasi dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi petani di lapangan.

“Keberadaan petani dalam struktur kepengurusan ini diharapkan dapat memperkuat langkah kita dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Kaltim,” ujar Rusianto.

Pengurus HKTI Kaltim yang baru/ kaltimhype.com

Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKTI Kaltim yang baru, Yusri, menambahkan bahwa keterlibatan petani dalam kepengurusan memungkinkan mereka untuk langsung berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi.

"Partisipasi mereka di dalam kepengurusan ini diyakini akan semakin memperkuat upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kaltim," kata Yusri.

Dengan langkah ini, HKTI Kaltim berharap dapat berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Kalimantan Timur.

Lebih lanjut, kembali disampaikan Rusianto yang juga mantan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Berau, Kaltim, menyatakan dukungannya terhadap hilirisasi industri sawit.