Menurutnya, pengembangan lebih banyak industri pengolahan sawit di Kaltim akan sangat berdampak positif, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Di Kaltim sendiri, hanya ada empat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang memproduksi minyak goreng, yang terletak di Bontang, Muara Badak, dan Balikpapan. Meski demikian, jumlah pabrik yang ada saat ini masih dinilai kurang, sehingga belum mampu menyerap seluruh tenaga kerja lokal serta memaksimalkan produksi hasil kelapa sawit.
"Oleh karena itu, kami ingin mendorong hilirisasi sawit ini agar produk sawit yang ada di Indonesia, khususnya di Kaltim, dapat diolah di sini, tanpa harus mengekspor bahan mentah," katanya.
Dalam struktur pengurus HKTI Kaltim, terdapat berbagai latar belakang, mulai dari kepala daerah berpengalaman yang duduk di dewan penasihat, para akademisi dan peneliti yang berperan dalam pengembangan sumber daya alam dan manusia, hingga para petani yang lebih banyak beraktivitas di lapangan.
Kolaborasi antara pemerintah, media, dan seluruh elemen ini diharapkan dapat mewujudkan program ketahanan pangan yang digagas pemerintah. (tam)
