“Setiap pembangunan mesti memperhatikan Amdalnya, dampak lingkungannya, dan sebagainya harus kita perhatikan,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Meski mendukung penambahan gedung rumah sakit, Samsun mengingatkan agar peningkatan pelayanan berjalan seiring dengan mitigasi risiko. Kesalahan perencanaan dapat menimbulkan masalah baru bagi masyarakat, terutama terkait fungsi kawasan resapan air dan potensi banjir.

“Termasuk dari urusan banjir itu, harus diperhatikan,” tegasnya.

Ia mendorong Pemprov Kaltim dan pengelola RSUD AMS II segera menyusun kajian teknis sebagai dasar pelaksanaan pembangunan. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan fasilitas kesehatan dan perlindungan lingkungan.

“Kami akan terus melakukan fungsi pengawasan agar pembangunan RSUD AMS II tetap berada pada koridor yang aman, berkelanjutan, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkas Samsun.

Proyek ini menjadi salah satu perhatian legislatif di tengah upaya Pemprov Kaltim meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan regional, sekaligus memastikan pembangunan ramah lingkungan dan bebas risiko bagi masyarakat. (adv)