Hunian tersedia dalam dua tipe, yaitu tipe 36 berbahan beton dan tipe 45 berbahan kayu, lengkap dengan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai.
Meski pembangunan RLH terus berjalan, Pemprov mencatat bahwa sebagian perusahaan belum sepenuhnya menunaikan komitmen CSR mereka.
“Banyak perusahaan telah menyatakan dukungan, tetapi realisasinya di lapangan belum maksimal. Kami akan terus mendorong, dan Gubernur sangat mendukung percepatan program ini,” ujar Irhamsyah.
Untuk mendukung pendanaan, Pemprov Kaltim berencana kembali mengajukan proposal CSR kepada perusahaan besar, khususnya di sektor sumber daya alam.
Program RLH menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan dunia usaha dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Pemprov berharap percepatan realisasi CSR dapat memperluas manfaat program sekaligus memastikan target pembangunan tercapai sesuai rencana. (ard/adv/diskominfokaltim)
