Dilansir dari Tribun Ternate, pemukulan bermula dari konflik antara pihak keluarga wanita dengan sang mempelai pria.

Pihak keluarga wanita merasa sakit hati dengan pengantin pria lantaran yang bersangkutan sempat mengancam akan membunuh keluarga mempelai wanita.

"Dia ancam saya pe keluarga. Dia mo bunuh saya pe keluarga (dia mengancam keluarga saya. Dia mau bunuh keluarga saya)," kata wali nikah mempelai wanita, Muhammad Fahri Tarafannur.

Pernyataan Fahri Tarafannur itu dibenarkan oleh pihak keluarga lainnya dari mempelai wanita. Mereka menyalahkan pihak pengantin pria.

"Memang ngoni salah kong, laki-laki ngoni salah (memang kalian pihak laki-laki yang salah)," ujar salah seorang keluarga dari mempelai wanita.

Menurut keluarga wanita, laki-laki tersebut mengancam akan membunuh keluarga perempuan yang dinikahinya itu lewat pesan WhatsApp (WA).

"Memang laki-laki itu pe bicara kong, lia depe chat di HP sana, dia mo bunuh satu keluarga (Memang itu perkataan si mempelai laki-laki, ada chat di HP, dia mau bunuh satu keluarga)," ungkapnya.

Keluarga dari mempelai pria pun menyesalkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh pihak keluarga pengantin wanita.

Pasalnya, kata keluarga pria, mereka sudah jauh-jauh datang ke acara itu tapi yang terjadi wali nikah malah memukuli mempelai pria sehingga menimbulkan kericuhan. (tam)