KALTIMHYPE.COM - Isu sekolah gratis di SMAN 10 Samarinda kembali ramai diperbincangkan setelah orang tua memprotes biaya asrama Rp2,6 juta per bulan.
Aturan pembayaran tersebut dinilai berlawanan dengan komitmen “Gratispol” yang sudah diumumkan pada awal tahun ajaran 2025/2026.
Ketidakpuasan para wali murid memuncak saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kalimantan Timur pada Senin (10/11/2025).
Mereka mengaku telah menerima informasi bahwa seluruh kebutuhan siswa, termasuk tempat tinggal, akan ditanggung pemerintah sejak tahun ajaran dimulai.
“Awalnya dikatakan semuanya gratis, tapi ternyata ada tagihan Rp2,6 juta per bulan. Kami sangat terkejut, apalagi sebagian besar orang tua tidak mampu,” ujar Arif Rahman, salah satu wali murid.
Arif juga menyebut bahwa pihak sekolah meminta pembayaran awal sebesar Rp5 juta untuk menutup biaya dua bulan pertama, termasuk listrik dan air.
Banyak orang tua, katanya, berupaya keras memenuhi permintaan tersebut meski sebagian hanya bisa membayar sebagian.
