“Selanjutnya tidak ada lagi biaya tambahan bagi orang tua. Kekurangannya akan ditanggung pemerintah,” jelas Rais.
Rais menambahkan, skema pendanaan baru tersebut diperkirakan mulai berlaku pada Maret atau April 2026, sementara biaya tambahan hingga akhir 2025 akan dicover sementara oleh Dinas Pendidikan Kaltim.
Saat ini, SMAN 10 menampung 120 siswa asrama di Kampus A, dengan 112 siswa berasal dari Kaltim.
Delapan siswa dari luar daerah masih dikenai biaya mandiri Rp2,6 juta per bulan hingga Desember 2025.
Di Education Center, terdapat sekitar 177 siswa yang juga tinggal di asrama.
Ia menegaskan bahwa pembebasan biaya penuh baru dapat diterapkan setelah surat keputusan (SK) sekolah unggulan dari Pemprov Kaltim diterbitkan.
“Jika SK sudah keluar, seluruh biaya hidup siswa akan ditanggung pemerintah. Sekolah hanya menjalankan program,” tutupnya. (adv)
