“Kami telah mengadakan pelatihan transformasi digital yang diikuti oleh sekitar 60 orang pada Maret 2024 lalu, guna untuk peningkatan kapasitas SDM desa, pembekalan dalam penggunaan TIK, serta pelatihan produksi konten digital untuk membantu ekonomi desa melalui platform e-commerce,” paparnya.
DPMPD Kaltim juga mengadakan Penilaian Desa Digital pada September hingga Oktober 2024, yang diikuti oleh 23 desa sebagai bentuk apresiasi terhadap penggunaan teknologi digital.
Tiga desa yang menjadi juara terbaik dalam penilaian tersebut adalah Desa Bhuana Jaya dari Kutai Kartanegara, Desa Bukit Raya dari Penajam Paser Utara, dan Desa Tapis dari Paser.
Pada 14 Oktober 2024, DPMPD Kaltim menyelenggarakan pelatihan khusus bagi desa yang belum memiliki website, diikuti oleh 54 desa.
Pelatihan ini meliputi menulis berita serta pembuatan konten untuk website dan pemberian bantuan domain serta hosting gratis selama setahun.
Menurut Aswanda, keberadaan website desa memungkinkan pemerintah desa untuk memberikan informasi yang transparan, mempromosikan potensi desa, serta menyediakan layanan berbasis online yang memudahkan masyarakat.
“Kami berharap melalui transformasi digital, desa-desa di Kaltim dapat maju dan berkembang seiring dengan era digitalisasi yang semakin pesat, serta mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya,” tutupnya. (adv)
