“Lulusan PPG merupakan aset nasional. Pemerintah harus menyiapkan analisis menyeluruh agar potensi mereka tidak terabaikan,” ujarnya.

Fadly turut mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menyusun peta jalan kebutuhan guru di setiap kabupaten/kota.

Dengan langkah ini, penempatan tenaga pendidik dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

“Jika ada peta kebutuhan yang jelas, kita bisa mengetahui di mana kekurangan guru terjadi dan bagaimana lulusan PPG dapat mengisinya,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah segera menyelaraskan kebijakan agar lulusan PPG prajabatan tidak terus berada dalam ketidakpastian.

“Mereka sudah memenuhi standar kompetensi nasional. Sekarang tinggal bagaimana negara memberi ruang bagi mereka untuk berkontribusi pada kemajuan pendidikan,” tutupnya. (adv)